MELIA PROPOLIS BIYANG ASLI - Jual Melia Propolis Asli Terpercaya

Login/Register

MELIA PROPOLIS UNTUK TBC / FLEX PARU PARU

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya.

Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Untuk Harga Melia Propolis KLIK DISINI

 

 Cara Pemesanan Melia Propolis

Jika anda ingin melakukan order pemesanan Melia Propolis Dan Melia Biyang silahkan hubungi kontak kami dibawah ini

Ketik sms:
Nama, Alamat Lengkap, No. HP, Jumlah Botol/Paket Propolis atau Biyang

Kirim ke:
HARI MARYANTO

SMS / Call
0821 2466 6433

0878 8798 8838

 Whast App

0858 8047 6540

 

Pin BB:

D46B1E16

PENTING..!!!
“Kami tidak menjual produk melia biyang dan melia propolis murah (kw/palsu). Jadi jangan bandingkan harga kami dengan produk murahan diluar agen member resmi kami

 

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Efv
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 

Penyakit TBC paru-paru disebabkan oleh baksil dan sangat menular, tetapi tidak turun temurun. Penularannya banyak terjadi pada lingkungan keluarga, sekolah, pabrik, dan ruangan yang penuh sesak dengan manusia. Paru-paru yang terserang baksil TBC mula-mula meradang, lalu radang ini menjadi luka yang dapat menjalar luas sekali. Dengan foto rontgen radang tbc dalam paru-paru kelihatan sebagai noda-noda gelap dan luka-lukanya kelihatan seperti lubang-lubang bulat. Tidak semua orang yang kemasukan kuman TBC pasti menjadi sakit, ini tergantung pada kuat tidaknya daya tahan masing-masing. Anak-anak kecil terutama bayi sangat mudah terserang penyakit ini. Tanda awal adanya penyakit ini ialah hanya merasa cepat lelah dan sedikit batuk. Lama kelamaan batuknya bertambah parah dengan mengeluarkan banyak lendir kental berwarna kuning hijau yang sering mengandung bintik-bintik berdarah. Badan si sakit menjadi kurus pucat, pada waktu malam berkeringat dingin dan nafsu makannya sedikit sekali. Pada sakit yang agak berat penderita dapat batuk darah merah tua dan berbusa halus. Seringkali seolah-olah dimuntahkan atau keluar melalui hidung seakan hidungnya berdarah. Selama mengeluarkan banyak darah penderita nafasnya pendek dan sangat gelisah, pernafasannya bersuara (ngorok) karena dalam batang tenggorok banyak terdapat darah cair. Selesai mengeluarkan darah, penderita masih meludahkan darah beku selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit TBC dapat diderita bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwanya. Tetapi pada anak kecil penyakit ini biasanya selalu berbahaya. Selain batuk darah, kuman-kuman TBC dapat menyebabkan keluarnya cairan di dalam rongga dada (diantara selaput paru-paru dan dinding rongga dada) cairan ini menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita sesak sekali nafasnya. Keadaan ini dinamakan pleuritis (radang dari selaput paru-paru dan cairannya jika dikeluarkan dapat mencapai 2 liter banyaknya). Bagi penderita yang mengandung kuman-kuman TBC laten, jika terserang influenza yang berat, sekonyong-konyong TBCnya menjadi sangat aktif dan menyebabkan pleuritis. Baksil TBC tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga merusak lain-lain bagian dari tubuh, misalnya; TBC dari kelenjar-kelenjar di samping leher, TBC ginjal, TBC dari usus, TBC kulit terutama di leher dan sebagian tulang dada. Saran penggunaan Melia propolis Jika terindikasi ada gejala TBC atau positif flek paru maka propolis harus diberikan secara terus menerus selama minimal dua bulan. Untuk anak-anak antara 2 sd 12 tahun diberikan dosisi 3 tetes dua kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk dewasa diberikan dengan dosis 5 sd 7 tetes 3 kali sehari sesaat setelah makan. Adapun untuk manula diatas 60 tahun minum dengan dosis 3 tetes 2 kali sehari. Anjuran Tambahan Pertama-tama harus dijaga kebersihannya supaya penyakitnya tidak menular pada keluarganya. Ludahnya ditampung dalam kaleng berisi larutan karbol dan lisol. Pakaian dan alat-alat makanan harus dicuci tersendiri. Penderita harus banyak istirahat, jangan banyak bicara dan fikirannya harus tenang , jika banyak batuk-batuk jangan tidur terlentang tetapi bersandar pada susunan bantal. Si sakit harus diberi makanan yang bernilai gizi tinggi seperti; telur, hati, susu murni, sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Jika nafasnya pendek dapat diberi makan 3 – 5 kali sehari, tetapi jangan terlalu banyak tiap kali makannya. Pantangan Dilarang merokok, minum-minuman keras, dan makanan yang meyebabkan batuk, seperti goreng-gorengan, es dll.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

 


Halaman UtamaHalaman Utama

Troli  

(kosong)

User Online

User Online: 1
Today Accessed: 134
Total Accessed: 6447
Your IP: 54.80.247.119